Sosok
Home / Sosok / Ginka Febriyanti Ginting: Sosok Muda yang Jadi Sorotan Usai Dipercaya Duduki Jabatan di BUMN

Ginka Febriyanti Ginting: Sosok Muda yang Jadi Sorotan Usai Dipercaya Duduki Jabatan di BUMN

Komisaris PT Pertamina Retail, Ginka Febriyanti Ginting. (dok. Pertamina Retail)

Jakarta, editoria.co.id – Nama Ginka Febriyanti Ginting belakangan ramai diperbincangkan di media sosial. Sosok kelahiran Karo, Sumatra Utara, itu menjadi sorotan setelah dipercaya menduduki jabatan di salah satu perusahaan milik negara (BUMN).

Di berbagai platform media sosial, muncul beragam tanggapan dari warganet. Sebagian mempertanyakan latar belakang dan pengalaman profesional Ginka, sementara sebagian lainnya menilai penunjukan tersebut tidak lepas dari aktivitas politiknya sebagai relawan pendukung Presiden Prabowo Subianto pada Pilpres 2024. Hingga kini, berbagai penilaian tersebut merupakan opini yang berkembang di ruang publik.

Lantas, siapa sebenarnya Ginka Febriyanti Ginting?

Aktif di Organisasi Kepemudaan

Ginka Febriyanti Ginting lahir di Karo, Sumatra Utara, pada 1 Februari 1998. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Akuntansi dan Magister Manajemen di Universitas Esa Unggul.

Profil Endang Yustika, Pengusaha Muda yang Viral Usai Pernyataannya di Threads Tuai Pro-Kontra

Di usia yang masih muda, Ginka dikenal aktif mengikuti berbagai organisasi kepemudaan, kemasyarakatan, dan sosial. Ketertarikannya banyak berfokus pada isu kepemimpinan, tata kelola organisasi, hingga partisipasi generasi muda dalam kehidupan demokrasi.

Pernah Jadi Koordinator Relawan Bison

Nama Ginka mulai dikenal publik saat menjadi Koordinator Barisan Intelektual Strategi Objektif Nasional (Bison), organisasi relawan yang mendukung pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024.

Bison mengklaim memiliki jaringan di 18 wilayah Indonesia dan banyak melibatkan anak muda dalam kegiatan konsolidasi serta pendidikan politik menjelang pemilu.

Sebagai koordinator, Ginka beberapa kali tampil dalam kegiatan pemenangan. Salah satunya saat Apel Akbar Relawan di Alun-Alun M. Hasibuan, Kota Bekasi.

Inayah Wahid, Putri Bungsu Gus Dur yang Menyuarakan Kemanusiaan Lewat Seni dan Aktivisme

Kala itu ia mengajak seluruh relawan bekerja maksimal untuk memenangkan pasangan Prabowo-Gibran.

“Kami tentunya tetap berikhtiar untuk tetap meraih suara sebanyak-banyaknya, kalau bisa wilayah Bekasi Kota kita menangkan 100 persen untuk Pak Prabowo dan Mas Gibran,” ujar Ginka saat itu.

Selain menggelar apel dan long march, kegiatan tersebut juga melibatkan pelaku UMKM melalui pembagian voucher makanan dan minuman.

Dorong Partisipasi Politik Anak Muda

Selain Bison, Ginka juga memperkenalkan organisasi sayap bernama Blok Pelajar Politik Merdeka (BP2M).

Sosok Mufli Budi Ananda Jadi Sorotan, Asisten Raffi Ahmad Kini Masuk Jajaran Komisaris PT Krakatau Posco

Menurutnya, BP2M dibentuk untuk mendorong keterlibatan generasi muda dalam demokrasi sekaligus meningkatkan literasi politik di kalangan pelajar.

Sempat Bicara Soal PSU Pilkada Serang

Pada 2025, Ginka kembali muncul di pemberitaan ketika memberikan pernyataan terkait Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Kabupaten Serang.

Saat itu ia menyatakan optimistis pasangan Ratu Rachmatuzakiyah-Najib Hamas tetap memenangkan PSU.

“Mau diulang seribu kali pun, kami optimis Ratu Zakiyah akan tetap jadi pemenang. Terkait keputusan MK, mari kita hormati dan kami berharap semoga keputusan itu bukan hasil dari intervensi penggugat,” kata Ginka.

Ia juga menegaskan bahwa Bison akan tetap mengawal proses demokrasi hingga selesai.

Jadi Perbincangan di Media Sosial

Penunjukan Ginka di perusahaan BUMN kemudian memicu diskusi luas di media sosial.

Sebagian warganet mengaitkan jabatan tersebut dengan rekam jejaknya sebagai koordinator relawan politik, sehingga muncul anggapan bahwa pengangkatannya merupakan bentuk balas jasa politik. Di sisi lain, ada pula yang mengingatkan bahwa seseorang tidak bisa dinilai hanya dari aktivitas politiknya dan meminta publik menunggu pembuktian kinerja setelah menjabat.

Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi yang menyebut bahwa penunjukan Ginka dilakukan sebagai bentuk imbalan atas dukungan politik. Karena itu, perdebatan yang berkembang di media sosial masih sebatas opini dan pandangan publik.

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *