Politik
Home / Politik / Rapimnas SOKSI 2026: Dari Konsolidasi hingga Strategi Politik Nasional

Rapimnas SOKSI 2026: Dari Konsolidasi hingga Strategi Politik Nasional

Foto - Istimewa

editoria.co.id, Jakarta – Mesin organisasi mulai digerakkan lebih serius. Dewan Pimpinan Nasional SOKSI (DEPINAS SOKSI) memastikan akan menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada 15–17 Mei 2026 di Bandung. Agenda ini diposisikan sebagai langkah penting dalam menentukan arah gerak organisasi hingga tahun 2030.

Keputusan tersebut dihasilkan dalam Rapat Pleno III yang berlangsung di kantor DPP Partai Golkar. Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Umum Mukhamad Misbakhun bersama jajaran pimpinan lainnya.

Dalam keterangannya, Misbakhun menegaskan bahwa Rapimnas dan Rakernas kali ini memiliki peran strategis, bukan sekadar agenda formal tahunan. Ia menyebut forum tersebut sebagai pusat kendali untuk merumuskan strategi politik, memperkuat soliditas organisasi, serta memastikan posisi SOKSI tetap relevan dalam peta kekuasaan nasional.

“Ini bukan rutinitas biasa. Kita sedang menyiapkan arah besar organisasi, termasuk program dan kekuatan politik untuk periode 2025–2030,” ujarnya.

Selain fokus pada konsolidasi internal, SOKSI juga memberi sinyal penguatan hubungan dengan partai induk. Rencananya, Ketua Umum Bahlil Lahadalia akan hadir dalam agenda tersebut. Kehadiran Bahlil dipandang sebagai simbol kekompakan sekaligus penegasan garis koordinasi antara organisasi dan partai.

Prabowo Naikkan Tukin Prajurit TNI setelah Delapan Tahun Tak Berubah

Di sisi lain, SOKSI turut menyampaikan sikap politik terkait kondisi ekonomi global. Organisasi ini menyatakan dukungan terhadap kebijakan pemerintah dalam menjaga subsidi energi, pangan, dan LPG, yang dinilai penting untuk melindungi daya beli masyarakat.

Menurut Misbakhun, kebijakan subsidi merupakan instrumen vital untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah tekanan global. Ia menilai dukungan politik terhadap kebijakan tersebut menjadi bentuk keberpihakan nyata kepada rakyat.

Tak hanya itu, ia juga menyoroti dinamika politik nasional yang dinilai mulai mengarah pada praktik tidak sehat. Misbakhun mengingatkan agar kritik terhadap pemerintah, termasuk Presiden, tetap disampaikan secara konstruktif dan berbasis data.

“Perbedaan pendapat itu wajar, tetapi jangan sampai berubah menjadi serangan pribadi atau fitnah. Demokrasi harus dijaga dengan etika,” tegasnya.

Pemilihan Bandung sebagai lokasi kegiatan disebut memiliki makna strategis. Jawa Barat dinilai sebagai basis elektoral penting bagi Golkar sekaligus simbol kekuatan politik yang solid.

Nilam: Tak Boleh Ada Anak Putus Sekolah, perjuangkan 3000 Anak Buol Dapat Akses Pendidikan

Melalui agenda ini, SOKSI ingin menegaskan posisinya bukan hanya sebagai organisasi pendukung, tetapi juga sebagai aktor yang siap berperan dalam membentuk arah politik nasional ke depan. (DC)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *