Politik
Home / Politik / Azhar Adam Pimpin Konsolidasi Politik BSN DPP Golkar di Banyumas, Fokus Penguatan Saksi hingga TPS

Azhar Adam Pimpin Konsolidasi Politik BSN DPP Golkar di Banyumas, Fokus Penguatan Saksi hingga TPS

PURWOKERTO, EDITORIA.CO.ID – Badan Saksi Nasional Partai Golkar (BSNPG) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar melaksanakan agenda konsolidasi organisasi di Kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kabupaten Banyumas, Jalan Adhyaksa, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (15/7/2026).

Kegiatan yang dipimpin Sekretaris BSNPG Azhar Adam tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kesiapan organisasi dalam menghadapi Pemilu 2029, khususnya melalui pembentukan dan penguatan jaringan saksi hingga ke tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Banyumas, Arief Dwi Kusumawardhana, menyampaikan apresiasi atas kunjungan jajaran BSNPG DPP ke Banyumas. Menurutnya, kehadiran tim pusat menjadi penyemangat bagi seluruh kader untuk terus meningkatkan soliditas organisasi.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Sekretaris BSNPG beserta seluruh rombongan yang telah berkenan hadir di Kabupaten Banyumas. Kehadiran ini menjadi motivasi bagi seluruh kader untuk terus bekerja membesarkan Partai Golkar,” ujar Arief.

Ia berharap komunikasi dan sinergi antara DPP dengan DPD II terus terjalin sehingga mampu memperkuat konsolidasi partai serta meningkatkan perolehan kursi legislatif Partai Golkar di Kabupaten Banyumas pada pemilu mendatang.

Prabowo Naikkan Tukin Prajurit TNI setelah Delapan Tahun Tak Berubah

Sementara itu, Sekretaris BSNPG Azhar Adam menjelaskan bahwa agenda utama kunjungan tersebut adalah melakukan konsolidasi politik sekaligus memastikan kesiapan sistem pengorganisasian saksi sejak dini. Selain itu, rombongan juga menggelar kegiatan kebersamaan melalui nonton bareng pertandingan semifinal Piala Dunia antara Argentina dan Inggris.

Menurut Azhar, pembentukan saksi yang memiliki militansi dan kapasitas yang baik tidak dapat dilakukan secara instan. Oleh karena itu, proses rekrutmen, pembinaan, hingga penguatan jaringan saksi harus dimulai jauh sebelum tahapan pemilu berlangsung.

“Menyiapkan saksi yang militan mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga TPS bukan pekerjaan yang mudah. Karena itu, seluruh proses harus dipersiapkan sejak sekarang agar ketika memasuki tahapan pemilu seluruh perangkat sudah siap bekerja secara maksimal,” kata Azhar.

Ia menambahkan, konsolidasi yang dilakukan BSNPG merupakan tindak lanjut arahan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, agar jajaran partai di seluruh daerah terus memperkuat komunikasi politik, menyerap aspirasi masyarakat, sekaligus menghidupkan mesin organisasi secara berkelanjutan.

Selain memperkuat kesiapan saksi, Azhar menegaskan bahwa kantor-kantor DPD II Partai Golkar di seluruh Indonesia diharapkan dapat berfungsi sebagai pusat pelayanan dan rumah aspirasi masyarakat, bukan sekadar kantor administrasi partai.

Nilam: Tak Boleh Ada Anak Putus Sekolah, perjuangkan 3000 Anak Buol Dapat Akses Pendidikan

“Sesuai arahan Ketua Umum Bapak Bahlil Lahadalia, kantor DPD II harus menjadi rumah aspirasi masyarakat sekaligus pusat penguatan program-program Pemerintah Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Kantor partai harus hidup, aktif, dan menghadirkan berbagai kegiatan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pengurus BSNPG DPP Partai Golkar, di antaranya Direktur Organisasi Siti Aisyah, Wakil Direktur Organisasi Adi Baiquni, Wakil Direktur SDM Dr. Qadariyah, Wakil Direktur Media D. Rosmala, Ketua Tim KSTP Agus Effendi, Wakil Sekretaris Siti Nurhayati dan Melly Kartika, Ketua Tim Advokasi Rouli Rajaguguk, Anggota Tim Ghozali Saputra, Kepala Sekretariat Kevin Jesse, Sekretariat Internal Agus Fahrin, Anggota Tim KSTP Marlini, serta Wakil Bendahara Umum Irma Mayang Sari.

Melalui konsolidasi ini, BSNPG berharap seluruh struktur Partai Golkar di daerah semakin solid dan siap menghadapi tantangan politik menuju Pemilu 2029 dengan membangun organisasi yang kuat, jaringan saksi yang terstruktur, serta kedekatan yang lebih intensif dengan masyarakat. (efr)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *