Jakarta, editoria.co.id – Nasib berbeda dialami dua klub asal London Utara pada penghujung musim Liga Inggris 2025-2026. Arsenal sukses memastikan diri sebagai juara, sementara Tottenham Hotspur masih harus berjibaku untuk menghindari degradasi.
Arsenal mengunci gelar Liga Inggris setelah Manchester City gagal meraih kemenangan usai ditahan imbang Bournemouth 1-1 di Stadion Vitality, Rabu (20/5/2026) dini hari WIB. Hasil tersebut membuat perolehan poin The Citizens tidak lagi mampu mengejar Arsenal meski kompetisi menyisakan satu pertandingan.
Sebelumnya, Arsenal diperkirakan masih harus menentukan nasib pada laga terakhir menghadapi Crystal Palace. Namun, hasil imbang Manchester City membuat skuad asuhan Mikel Arteta resmi berdiri di puncak klasemen dengan keunggulan yang sudah tidak mungkin terkejar.
Keberhasilan ini menjadi penutup penantian panjang Arsenal yang selama enam tahun gagal meraih trofi liga. Gelar tersebut juga menjadi pencapaian penting bagi Mikel Arteta sejak menangani The Gunners.
Ucapan selamat pun datang dari mantan pelatih legendaris Arsenal, Arsene Wenger. Melalui media sosial resmi klub, Wenger menyampaikan apresiasi atas perjuangan skuad Meriam London sepanjang musim.
“Kalian berhasil. Para juara terus maju ketika yang lain berhenti. Ini adalah waktu kalian. Sekarang teruslah maju dan nikmati setiap momennya,” tulis Wenger.
Mantan striker Arsenal, Alan Smith, juga menyebut keberhasilan ini sebagai sesuatu yang layak didapatkan oleh Arsenal setelah tampil konsisten sepanjang musim.
“Luar biasa! Ini memang pantas didapatkan,” ujar Smith dikutip dari Sky Sports.
Di sisi lain, suasana muram justru menyelimuti Tottenham Hotspur. Kekalahan 1-2 dari Chelsea di Stamford Bridge membuat Spurs tertahan di posisi ke-17 klasemen sementara, hanya terpaut dua poin dari West Ham yang berada di zona degradasi.
Tottenham sebenarnya memiliki peluang menjauh dari ancaman turun kasta setelah West Ham kalah dari Newcastle. Namun, hasil buruk di kandang Chelsea membuat posisi mereka semakin rawan menjelang pekan terakhir.
Spurs kini wajib meraih kemenangan pada laga penutup musim melawan Everton untuk memastikan tetap bertahan di Premier League tanpa harus bergantung pada hasil pertandingan tim lain.
Pelatih Tottenham, Roberto De Zerbi, meminta para pemainnya menunjukkan mentalitas lebih kuat demi menyelamatkan musim yang berjalan sulit bagi klub asal London Utara tersebut.
“Saya ingin kami bermain seperti 20 menit terakhir pertandingan tadi. Dalam periode itu kami menunjukkan lebih banyak energi, semangat, dan karakter,” ujar De Zerbi dikutip dari situs resmi klub.
Pelatih asal Italia tersebut menilai situasi sulit yang sedang dihadapi Tottenham harus dijadikan momentum untuk berkembang, baik bagi pemain maupun staf pelatih.
“Ketika Anda berjuang menghindari degradasi, Anda harus bertahan sampai menit terakhir pertandingan terakhir musim ini,” katanya.


Comment