Jakarta – Anggota Komisi II DPR RI Rycko Menoza menegaskan pentingnya pendidikan politik yang dilakukan secara berkelanjutan bagi pemilih pemula sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas demokrasi di Indonesia sekaligus mencetak generasi pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.
“Harapan kita melalui pendidikan berkelanjutan ini, kualitas pemilihan ke depan bisa lebih baik, baik dari sisi masyarakat yang memilih maupun figur yang dipilih,” ujar Rycko , Sabtu, (18/7/2026).
Rycko menjelaskan, sebagai anggota Komisi II DPR RI yang bermitra dengan penyelenggara pemilu, ia memandang kegiatan sosialisasi kepada masyarakat memiliki peran penting dalam meningkatkan literasi politik, khususnya bagi pemilih pemula yang akan menggunakan hak pilihnya untuk pertama kali.
Menurutnya, pendidikan politik harus mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa setiap suara memiliki nilai strategis dalam menentukan arah pembangunan, baik di tingkat daerah maupun nasional. Karena itu, pemilih perlu memahami bahwa partisipasi dalam pemilu bukan sekadar menggunakan hak pilih, tetapi juga menentukan masa depan bangsa.
Rycko menambahkan, sejak Indonesia menerapkan sistem pemilihan langsung pada 2004, kualitas penyelenggaraan demokrasi perlu terus dievaluasi dan diperkuat. Evaluasi tersebut tidak hanya menyangkut aspek teknis penyelenggaraan pemilu, tetapi juga tingkat kedewasaan masyarakat dalam menggunakan hak politik serta kualitas dan integritas pemimpin yang terpilih.
Ia pun mengajak para pemilih pemula, termasuk Generasi Z, untuk menggunakan hak pilih secara bijaksana dan penuh tanggung jawab. Menurutnya, setiap suara yang diberikan akan berpengaruh terhadap arah kebijakan publik, pembangunan ekonomi, infrastruktur, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Satu suara yang mereka tentukan akan berpengaruh besar kepada masa depan daerah, masa depan provinsi, maupun masa depan bangsa. Kita tentu tidak ingin pertumbuhan dan pembangunan suatu daerah menjadi lambat hanya karena pemimpinnya mencederai amanah dan tersangkut permasalahan hukum,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rycko menekankan bahwa berbagai kebijakan yang dirasakan langsung oleh masyarakat, mulai dari harga bahan bakar minyak, harga kebutuhan pokok, hingga pembangunan infrastruktur, merupakan produk dari proses politik yang lahir melalui mekanisme demokrasi.
Oleh sebab itu, ia menilai meningkatnya kesadaran politik di kalangan generasi muda menjadi faktor penting dalam menghadirkan pemimpin yang bersih, berintegritas, dan akuntabel. Dengan demikian, pembangunan daerah maupun nasional dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Rycko juga menegaskan bahwa pendidikan pemilih yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi instrumen efektif untuk meminimalkan potensi pelanggaran hukum maupun pelanggaran etika dalam penyelenggaraan pemilu. Di sisi lain, upaya tersebut juga akan memperkuat kualitas partisipasi masyarakat serta memperkokoh kehidupan demokrasi di Indonesia.


Comment