Bandung, editoria.co.id – Persib Bandung memastikan diri meraih gelar juara Super League 2025/2026 setelah unggul head to head atas Borneo FC Samarinda pada akhir kompetisi.
Kedua tim sebenarnya menutup musim dengan jumlah poin yang sama, yakni 79 poin dari 34 pertandingan, namun keunggulan pertemuan membuat Maung Bandung berada di posisi teratas klasemen akhir.
Keberhasilan Persib musim ini tidak hanya ditentukan oleh produktivitas permainan, tetapi juga konsistensi sepanjang kompetisi. Tim asuhan Persib tampil solid terutama saat bermain di kandang dengan catatan tidak terkalahkan selama satu musim penuh.
Selain itu, lini pertahanan Persib menjadi salah satu faktor utama keberhasilan mereka meraih trofi. Maung Bandung mencatatkan 18 pertandingan tanpa kebobolan, menjadikannya tim dengan pertahanan terbaik di kompetisi musim ini.
Di sisi lain, Borneo FC Samarinda tampil sebagai tim paling produktif dengan torehan 74 gol sepanjang musim. Penampilan impresif Thom Haye dan rekan-rekannya membuat persaingan gelar berlangsung ketat hingga pekan terakhir.
Meski gagal menjadi juara, Borneo FC tetap mengamankan tiket ke Champions League Asia musim depan bersama Persib Bandung. Keikutsertaan dua klub tersebut dinilai menjadi peluang penting bagi sepak bola Indonesia untuk menunjukkan daya saing di level Asia.
Persaingan papan atas musim ini juga diwarnai kebangkitan sejumlah klub. Persija Jakarta berhasil menutup musim di posisi ketiga dengan 68 poin, unggul empat poin atas Persebaya Surabaya yang berada di peringkat keempat.
Sementara itu, Bhayangkara Presisi Lampung menjadi salah satu kejutan musim ini. Sempat tampil tidak konsisten di pertengahan kompetisi, Bhayangkara mampu bangkit dan mengakhiri musim di posisi kelima dengan 53 poin. Malut United menempel di posisi keenam dengan poin yang sama, namun kalah head to head.
Di papan bawah, Persis Solo harus menerima kenyataan terdegradasi setelah hanya finis di posisi ke-16 dengan 34 poin. Persis menyusul Semen Padang dan PSBS Biak yang lebih dulu dipastikan turun kasta sebelum kompetisi berakhir.
Musim Super League 2025/2026 pun ditutup dengan persaingan ketat di papan atas dan drama perebutan posisi aman di papan bawah, menunjukkan kompetisi yang semakin kompetitif hingga laga terakhir.


Comment