Jakarta, editoria.co.id – Pelatih Timnas Turkiye, Vincenzo Montella, mengaku frustrasi setelah timnya harus menelan kekalahan 0-2 dari Australia pada laga pembuka Grup D Piala Dunia 2026, Minggu (14/6/2026).
Turkiye sebenarnya tampil dominan sepanjang pertandingan. Berdasarkan statistik, tim asuhan Montella menguasai bola hingga 78 persen dan melepaskan 30 tembakan ke arah gawang Australia. Namun, dominasi tersebut gagal dikonversi menjadi gol.
Sebaliknya, Australia yang lebih banyak bertahan mampu tampil efektif. Socceroos sukses memanfaatkan peluang yang didapat dan mencetak dua gol untuk mengamankan tiga poin penting.
Montella mengaku kecewa dengan hasil tersebut karena timnya sudah mengantisipasi gaya permainan Australia, terutama ancaman serangan balik yang menjadi kekuatan lawan.
“Kami kebobolan gol dari sebuah karakteristik yang sudah kami waspadai, meski harus diakui kita juga harus menghargai kualitas lawan. Di babak kedua kami mendominasi total, tapi tidak berhasil mencetak gol. Mereka bermain bagus dalam serangan balik untuk mencetak gol kedua,” ujar Montella.
Pelatih berusia 51 tahun itu menilai masalah utama Turkiye terletak pada penyelesaian akhir. Menurutnya, timnya mampu menciptakan banyak peluang, tetapi gagal menunjukkan ketepatan di depan gawang.
“Jika melihat angkanya, kami punya 78 persen penguasaan bola dan 30 tembakan ke gawang. Kami kekurangan ketepatan dan dalam situasi seperti ini, mencetak gol dari kombinasi permainan juga sangat penting. Kami sangat dekat, tapi sepak bola memang begini,” lanjutnya.
Meski hasil tersebut mengecewakan, Montella menegaskan bahwa peluang Turkiye untuk lolos dari fase grup masih terbuka. Ia meminta para pemainnya tetap tenang dan tidak larut dalam kekecewaan karena masih ada dua pertandingan yang harus dijalani.
“Yang paling saya harapkan dari para pemain adalah keseimbangan dalam menilai situasi karena kami masih dalam persaingan,” kata Montella.
Montella juga membantah anggapan bahwa Turkiye meremehkan Australia sebelum pertandingan. Ia menegaskan bahwa seluruh tim menghormati kualitas lawan dan sudah memperkirakan pendekatan permainan yang akan diterapkan Socceroos.
“Saya sangat menghormati Australia. Saya sudah menduga mereka akan bermain seperti itu. Semua orang bermain dengan senjata dan karakteristik mereka masing-masing. Tidak ada yang meremehkan Australia, setidaknya dari dalam tim kami. Kami tidak boleh kehilangan keyakinan kami,” tegasnya.
Kekalahan ini membuat Turkiye harus bekerja lebih keras dalam dua laga tersisa di Grup D untuk menjaga peluang lolos ke babak berikutnya. Sementara itu, Australia berhasil mengawali perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan penting yang meningkatkan kepercayaan diri tim.


Comment