Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini tengah menyelesaikan proses ratifikasi Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA). Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Belarus yang telah lebih dahulu menuntaskan proses ratifikasi perjanjian perdagangan bebas tersebut.
“Di bidang perdagangan, kami mengapresiasi Belarus yang telah menyelesaikan proses ratifikasi Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement. Indonesia juga saat ini tengah menjalankan proses ratifikasi perjanjian tersebut,” ujar Presiden Prabowo Subianto dalam pernyataan bersama Presiden Republik Belarus Alexandr Lukashenko di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan negara-negara anggota Eurasian Economic Union (EAEU) telah ditandatangani pada 21 Desember 2025. EAEU merupakan blok ekonomi yang beranggotakan Rusia, Kazakhstan, Belarus, Armenia, dan Kirgizstan.
Presiden Prabowo menilai Belarus merupakan mitra strategis Indonesia di kawasan Eurasia, terutama di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global yang terus berkembang. Karena itu, kedua negara sepakat memperkuat kerja sama di berbagai bidang, mulai dari perdagangan, pertanian, hingga kebudayaan.
Sebagai wujud komitmen tersebut, Indonesia dan Belarus meluncurkan Peta Jalan Penguatan Kerja Sama Indonesia–Belarus 2026–2030 yang akan menjadi pedoman pengembangan hubungan bilateral selama lima tahun ke depan.
“Peta jalan ini mencerminkan komitmen bersama untuk membangun kerja sama yang lebih terarah, konkret, dan saling menguntungkan,” kata Prabowo.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Belarus Alexandr Lukashenko menegaskan bahwa hubungan bilateral kedua negara telah terjalin erat sejak lama. Menurutnya, Indonesia merupakan salah satu mitra utama Belarus di kawasan Asia Tenggara.
Lukashenko juga menyatakan kesiapan Belarus untuk mengimplementasikan berbagai program yang telah disepakati dalam peta jalan tersebut, termasuk memperkuat kolaborasi di bidang pertanian modern, manufaktur, serta sektor-sektor strategis lainnya.
“Yang paling penting dari pertemuan hari ini adalah komitmen bersama dalam memperkuat ketahanan pangan kedua negara serta pembahasan berbagai isu strategis di tingkat global,” ujar Lukashenko.


Comment