Teheran, editoria.co.id – Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah seorang sumber militer Iran menyatakan bahwa Teheran memiliki sejumlah persenjataan canggih yang belum pernah digunakan dalam konflik sebelumnya.
Pernyataan itu muncul di tengah laporan mengenai kemungkinan langkah militer lanjutan Amerika Serikat terhadap Iran. Media CNN sebelumnya melaporkan Pentagon telah menyiapkan daftar target di Iran apabila Presiden AS Donald Trump memerintahkan operasi serangan tambahan.
Menanggapi laporan tersebut, sumber militer Iran kepada kantor berita RIA Novosti menyebut negaranya telah mengembangkan teknologi persenjataan domestik yang belum pernah diuji di medan perang.
“Kami telah memproduksi senjata canggih di dalam negeri yang belum digunakan di medan perang dan belum diuji coba,” ujar sumber tersebut.
Pernyataan itu dinilai sebagai sinyal bahwa Iran ingin menunjukkan kesiapan militernya di tengah meningkatnya tekanan dari Amerika Serikat dan Israel.
Selain menyinggung keberadaan senjata baru, sumber tersebut juga menegaskan Iran memiliki kemampuan pertahanan yang dinilai cukup untuk menghadapi ancaman militer dari luar negeri.
“Dalam hal peralatan dan kemampuan pertahanan, kami tidak kekurangan apa pun yang akan menghalangi kami untuk membela negara kami,” katanya.
Ia bahkan menyebut Iran tidak akan lagi menunjukkan sikap menahan diri apabila menghadapi serangan berikutnya.
Ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel dalam beberapa waktu terakhir terus menjadi perhatian internasional karena dikhawatirkan dapat memicu eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pihak Pentagon maupun pemerintah AS terkait pernyataan terbaru sumber militer Iran tersebut.


Comment