JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Presiden Joko Widodo akhirnya angkat bicara setelah diperiksa penyidik Bareskrim Polri terkait dugaan ijazah palsu yang dilaporkan oleh Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA). Usai pemeriksaan, Jokowi menegaskan komitmennya untuk menghadapi proses hukum secara terbuka dan transparan.
“Ini supaya semuanya jelas dan gamblang. Lembaga yang paling kompeten untuk melihat dan memutuskan adalah pengadilan. Di sana nanti saya tunjukkan ijazah saya,” tegas Jokowi kepada wartawan, Selasa (20/5), di Jakarta.
Pernyataan ini muncul setelah publik dihebohkan dengan sindiran dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, yang menyatakan bahwa jika ijazah benar adanya, seharusnya cukup ditunjukkan saja tanpa melibatkan aparat penegak hukum.
Menanggapi itu, Jokowi tampak emosional dan menyampaikan rasa sedihnya.
“Saya sebetulnya sedih. Tapi ya ini sudah keterlaluan, kita tunggu saja proses hukumnya,” ujarnya dengan nada tenang namun mata berkaca-kaca.
Kasus dugaan ijazah palsu ini terus menyedot perhatian publik, apalagi setelah menyentuh hubungan personal dan politik antara Jokowi dan Megawati. Meski demikian, Presiden menegaskan bahwa ia menghormati proses hukum dan siap membuktikan segalanya di hadapan pengadilan.
Langkah Jokowi ini dinilai sebagai bentuk keterbukaan yang diharapkan bisa meredam spekulasi sekaligus menjadi preseden penting bagi transparansi pejabat publik di masa depan (RED).


Comment