Politik
Home / Politik / Terima Iluni UI, Wamen Viva Yoga Tegaskan Dorong Penguatan SDM Kawasan Transmigrasi

Terima Iluni UI, Wamen Viva Yoga Tegaskan Dorong Penguatan SDM Kawasan Transmigrasi

Wamen Viva Yoga saat menerima jajaran pengurus Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI) di Kantor Kementerian Transmigrasi, Kalibata, Jakarta, pada Kamis (27/11)
Wamen Viva Yoga saat menerima jajaran pengurus Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI) di Kantor Kementerian Transmigrasi, Kalibata, Jakarta, pada Kamis (27/11)

JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi fokus utama pemerintah dalam mengembangkan kawasan transmigrasi. Hal itu disampaikan saat menerima jajaran pengurus Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI) di Kantor Kementerian Transmigrasi, Kalibata, Jakarta, Kamis (27/11).

Dalam kesempatan tersebut, Viva Yoga menjelaskan bahwa transmigrasi tidak lagi dipahami sebatas perpindahan penduduk dari Jawa dan Bali ke wilayah lain, tetapi telah bergeser menjadi pembangunan kawasan ekonomi baru yang terintegrasi.

“Transmigrasi bukan lagi semata program sosial tetapi strategi ekonomi bangsa,” ujar Viva Yoga, yang juga alumnus Pascasarjana Universitas Indonesia.

Viva Yoga memaparkan paradigma baru transmigrasi yang kini berorientasi pada penciptaan nilai tambah, ekosistem ekonomi, dan pembangunan kehidupan komunal modern. Kementerian Transmigrasi, kata dia, tengah menjalankan 8 transformasi transmigrasi, yaitu:

  1. Edukasi untuk mencetak SDM terdidik dan terlatih

  2. Penguatan gotong royong dan lingkungan komunal

  3. Pengelolaan lahan berbasis zoning

  4. Industrialisasi produksi skala besar

  5. Mekanisasi peralatan modern

  6. Diversifikasi produk unggulan sesuai potensi kawasan

  7. Hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah

  8. Digitalisasi akses informasi

Program Transmigrasi Patriot: Tingkatkan Peran SDM Unggul

Viva Yoga juga memaparkan kondisi pendidikan transmigran saat ini:

Prabowo Naikkan Tukin Prajurit TNI setelah Delapan Tahun Tak Berubah

  • SD: 30,96%

  • SMP: 21,13%

  • SMA: 42,26%

Untuk meningkatkan kualitas SDM, Kementrans telah meluncurkan Transmigrasi Patriot, program berbasis riset dan pendampingan oleh akademisi. Tahap pertama dilakukan melalui Tim Ekspedisi Patriot (TEP) yang diterjunkan ke 154 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia.

Nilam: Tak Boleh Ada Anak Putus Sekolah, perjuangkan 3000 Anak Buol Dapat Akses Pendidikan

TEP beranggotakan 2.000 peneliti, terdiri dari guru besar, mahasiswa S1–S3, dari tujuh perguruan tinggi nasional—UI, UGM, IPB, ITB, Undip, Unpad, ITS—dan 17 perguruan tinggi daerah, termasuk Universitas Hasanuddin, Universitas Cenderawasih, Universitas Gorontalo, dan Universitas Tadulako.

DPR Tekankan Penguatan Tata Kelola BGN

“Dalam pembangunan transmigrasi, kita melibatkan perguruan tinggi,” tegas Viva Yoga.

Selama Agustus–Desember 2025, TEP melakukan riset potensi unggulan kawasan transmigrasi serta mengkaji model kelembagaan ekonomi yang tepat.

Tahun depan, program Transmigrasi Patriot berlanjut dengan peluncuran Beasiswa Patriot yang menargetkan 1.000 mahasiswa untuk mengikuti pendidikan S2 dan S3 melalui skema pembelajaran jarak jauh, baik di perguruan tinggi dalam maupun luar negeri. Peserta akan ditempatkan langsung di kawasan transmigrasi untuk menerapkan ilmu yang dipelajari.

Viva Yoga menekankan bahwa program ini menjadi jembatan strategis antara kebutuhan masyarakat dan kekuatan modal.

“Kita bangun SDM di kawasan transmigrasi untuk mendorong eskalasi pertumbuhan ekonomi,” tegasnya (RED).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *