Ekonomi
Home / Ekonomi / Emiten Pelat Merah Dinilai Jadi Penopang IHSG di Tengah Tekanan Pasar

Emiten Pelat Merah Dinilai Jadi Penopang IHSG di Tengah Tekanan Pasar

Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria. (ANTARA)

Jakarta, editoria.co.id – Perusahaan-perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) disebut masih menjadi salah satu penopang utama stabilitas pasar modal Indonesia di tengah fluktuasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan tekanan ekonomi global.

Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) yang juga menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengatakan emiten-emiten pelat merah saat ini memiliki fundamental yang relatif kuat dan mampu menjaga kepercayaan pasar.

“Emiten BUMN saat ini menunjukkan kinerja yang sangat baik dan turut menjaga stabilitas pasar modal Indonesia di tengah dinamika IHSG,” ujar Dony dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Menurut Dony, kontribusi perusahaan BUMN di pasar modal tidak hanya terlihat dari capaian laba maupun kinerja operasional, tetapi juga dari perannya dalam menjaga daya tahan sektor keuangan nasional ketika pasar menghadapi ketidakpastian.

Di tengah tantangan global seperti perlambatan ekonomi dunia dan gejolak pasar keuangan internasional, keberadaan emiten BUMN dinilai masih menjadi salah satu faktor yang membantu menjaga optimisme investor terhadap prospek ekonomi Indonesia.

DPR: Penyesuaian Harga BBM Cerminkan Respons Cepat Pemerintah

Upaya menjaga stabilitas pasar juga diperkuat melalui kunjungan strategis sejumlah pejabat negara ke Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam kunjungan tersebut, Dony hadir bersama Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, CEO Danantara Rosan Roeslani, Ketua OJK Friderica Widyasari Dewi, serta jajaran direksi BEI.

Pertemuan lintas lembaga itu disebut menjadi bagian dari langkah koordinasi untuk memantau kondisi pasar secara langsung sekaligus memperkuat sinergi antarotoritas keuangan.

Pemerintah dan regulator menilai koordinasi yang solid diperlukan agar pasar modal Indonesia tetap mampu bertahan menghadapi dinamika global serta menjaga iklim investasi tetap kondusif.

Selain itu, stabilitas pasar modal dipandang penting karena berkaitan langsung dengan pembiayaan pembangunan nasional dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi.

BP BUMN bersama Danantara juga menegaskan komitmennya untuk terus mendorong penguatan tata kelola investasi dan menciptakan ekosistem pasar yang lebih transparan, sehat, dan berkelanjutan.

Komisi XI Sebut Transisi Kepemimpinan BI Tetap Menjaga Stabilitas

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *