Jakarta, editoria.co.id – Forum Asta Cita Center (FACC) mendesak Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk segera memanggil PT Astra International Tbk guna membahas arah transformasi bisnis perusahaan agar sejalan dengan agenda transisi energi nasional dan target penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) Indonesia.
Desakan tersebut disampaikan Pengamat Kebijakan Publik Forum Asta Cita Center, Rudi Banu Wibowo, saat berbincang dengan wartawan di kawasan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Jumat (3/7/2026).
“Forum Asta Cita Center meminta Kementerian Perindustrian segera memanggil pihak PT Astra International Tbk untuk menjelaskan roadmap transformasi bisnis perusahaan dan juga mendorong agar pemerintah melakukan evaluasi terhadap arah pengembangan industri otomotif di Indonesia supaya selaras dengan agenda transisi energi nasional,” kata Rudi.
Dinilai Penting untuk Capai Target Penurunan Emisi
Rudi mengingatkan Indonesia telah menetapkan target penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 31,89 persen melalui upaya sendiri dan hingga 43,2 persen dengan dukungan internasional pada 2030. Target tersebut tertuang dalam dokumen Enhanced Nationally Determined Contribution (E-NDC).
Menurutnya, pencapaian target tersebut akan sulit diwujudkan apabila transformasi di sektor transportasi dan industri otomotif tidak berjalan secara optimal.
Ia menyebut sektor transportasi menyumbang sekitar 11,7 persen dari total emisi gas rumah kaca nasional, dengan mayoritas emisi berasal dari penggunaan kendaraan bermotor berbahan bakar fosil.
“Bila target penurunan emisi nasional ingin tercapai, maka perlu ada transformasi industri otomotif. Pelaku industri otomotif yang menguasai pangsa pasar nasional harus mengambil peran yang lebih nyata dalam mendukung kebijakan transisi energi. Saat ini dunia sedang mengalami krisis iklim, dan Indonesia juga sudah punya target untuk menurunkan emisi karbon,” ujarnya.
Soroti Dominasi Kendaraan Berbahan Bakar Fosil
FACC juga menyoroti dominasi Astra di pasar otomotif nasional. Berdasarkan laporan perusahaan, penjualan mobil berbahan bakar fosil pada 2024 mencapai sekitar 483 ribu unit atau menguasai sekitar 56 persen pangsa pasar nasional.
Sementara itu, penjualan sepeda motor melalui PT Astra Honda Motor mencapai sekitar 4,9 juta unit dengan pangsa pasar sekitar 78 persen.
Pada 2025, Astra diperkirakan masih menguasai sekitar 51 persen pasar mobil nasional dengan estimasi penjualan sekitar 410 ribu unit. Di segmen sepeda motor, Astra Honda Motor diproyeksikan menjual sekitar 5 juta unit atau mempertahankan pangsa pasar sekitar 78 persen.
Menurut Rudi, mayoritas kendaraan yang dipasarkan saat ini masih menggunakan mesin pembakaran internal berbahan bakar bensin maupun solar.
“Saat ini, soal hilirisasi dan transisi energi baru sebatas kampanye saja, sementara implementasinya masih belum maksimal. Kita meminta Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita segera memanggil pihak PT Astra International,” katanya.


Comment