Lombok, editoria.co.id – Presiden Prabowo Subianto meresmikan secara serentak lima bendungan di berbagai wilayah Indonesia dari Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Jumat (10/7/2026).
Peresmian tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat infrastruktur sumber daya air guna mendukung ketahanan pangan, penyediaan air baku, pengendalian banjir, hingga pengembangan energi bersih.
Berdasarkan siaran langsung Sekretariat Presiden di YouTube, Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 13.20 WIB menggunakan kendaraan kepresidenan Maung Garuda. Dalam perjalanan menuju lokasi acara, Presiden sempat berdiri melalui atap kendaraan untuk menyapa masyarakat yang telah memadati kawasan Bendungan Meninting.
Mengenakan pakaian safari berwarna krem, celana panjang hitam, dan topi biru, Prabowo kemudian turun dari kendaraan untuk menyalami warga sebelum menuju tenda utama tempat berlangsungnya peresmian.
Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih turut mendampingi Presiden dalam acara tersebut, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Lima bendungan yang diresmikan merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN), yakni Bendungan Meninting di Nusa Tenggara Barat, Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh di Aceh, Bendungan Jlantah di Jawa Tengah, serta Bendungan Sidan di Bali.
Bendungan Meninting yang menjadi lokasi utama peresmian memiliki luas genangan sekitar 46 hektare. Infrastruktur tersebut diproyeksikan mampu meningkatkan indeks pertanaman di NTB dari 280 persen menjadi 300 persen. Selain itu, bendungan ini juga diharapkan dapat menambah produksi pertanian hingga sekitar 420.000 ton gabah pada setiap musim tanam.
Pemerintah menilai pembangunan bendungan memiliki peran strategis dalam memperkuat sistem pengelolaan sumber daya air nasional. Selain mendukung produktivitas sektor pertanian, keberadaan bendungan juga berfungsi menjamin ketersediaan air baku bagi masyarakat, mengurangi risiko banjir, serta mendukung pemanfaatan energi terbarukan.
Dengan diresmikannya lima bendungan tersebut, pemerintah berharap manfaat infrastruktur dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat, khususnya dalam meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan nasional, serta menjadi fondasi bagi pembangunan yang berkelanjutan di berbagai daerah.


Comment